Jelang penayangan Keluarga Cemara, Visinema Pictures merilis cuplikan pendek yang mana memperlihatkan karakter film togel wap ini. di dalam klip pendek itu terlihat Abah (Ringgo Agus Rahman), Emak (Nirina Zubir), Euis (Adhisty Zara) dan juga Ara (Widuri Putri Sasono)/

Ringgo Agus dan Nirina Bahagia di Ayunan

Cuplikan tersebut dimulai dengan Ara yang tengah memainkan gitarlele sembari melantunkan lagu Harta Berharga. Ara juga terlihat duduk bersama dengan Euis di ayunan yang terdapat di sebuah halaman. Harta Berharga sendiri adalah lagu tema sinetron Keluarga Cemara yang dulu hit pad aero 90an sampai awal 2000an. Lagu tersebut bakal kembali terdengar di film Keluarga Cemara ini.

Gerak kamera yang makin menjauh memperlihatkan Emak yang tengah berjalan kea rah ayunan tersebut. Sama juga dengan Abah yang tengah mendekat ke arah yang sama. Senyum mereka berkembang dan merekah di wajah Abah dan Emak ketika menyaksikan anak-anaknya bernyanyi.

“Keluarga adalah tempat pertama seorang anak wajib merasa nyaman dan juga nyaman. Film Keluarga Cemara ini menghadirkan tema mengenai kebahagiaan sebuah keluarga dalam kesederhanaan,” tulis penjelasan cuplikan Keluarga Cemara.

Beberapa waktu yang lalu, Ringgo sendiri sempat mengaku bahwa ia terbebani dengan perannya sebagai Abah. Sosok yang mana sempat diperankan oleh Adi Kurdi dalam versi sinetronnya memang menjadi salah satu karakter yang sangat ikonis dan melekat dalam cerita.

Tantangan bagi Ringgo dan Nirina

Ringgo lalu menceritakan bebannya. “Bebannya adalah saya mesti punya kesan yang sama pada saat saya dulu nonton Keluarga Cemara da juga orang yang lihat Abah, bahwa Abah (di film) ini bapak yang benar-benar ‘harta yang paling berharga adalah keluarga’” ucapnya.

Tidak hanya itu, ayah satu anak ini juga mengungkapkan bahwa film ini menjadi tantangan yang baru untuknya. Hal ini karena Ringgo belum pernah mendapatkan peran menjadi seorang bapak. Memang Ringgo sudah memiliki momongan di dunia nyata, akan tetapi ia tetap harus belajar lagi demi mendalami perannya di film ini.

“Gue baru punya anak, dan gue harus menggambarkan apa yang harus gue kasih ke anak gue supaya menjadi dambaan keluarga. Kalau Abah itu karakter yang amat luar biasa dan diperlukan di jaman sekarang. Ini peran di mana gue harus menjadi bapak-bapak. Banyak banget belajar dari film ini. buat gue untuk belajar menjadi bapak nantinya. Sekarang gue saatnya menantang diri gue sendiri. di sini gue ditantang, bisa nggak ya,” ucapnya.

Nirina juga mengucapkan beberapa tantangan yang ia hadapi di film ini. “Temenan sama Ringgo udah lama. Tapi di sini dapat tantangan banget karena kali ini menjadi panutan, menjadi emak dan abah. Ini tantangan buat Nirina pribadi bisa menjadi seorang ibu pas anak kedua. Pas anak kedua masih denial. Anak itu lah yang membuat kita berpikir bahwa keluarga itu menyenangkan. Ada banyak sekali value yang bisa dipelajari dan banyak sekali value yang lainnya. Diingatkan juga kemarin soal parenting. Intinya ya, semuanya merasakan keindahan Keluarga Cemara,” sambung Nirina.

“Chemistry pemain-pemain yang ada di sini sangat luar biasa. Awalnya agak bingung, ya, namun semua proses dilakukan dengan benar ada reading dan sangat menyenangkan,” tukasnya.

Film ini disutradarai oleh Yandy Laurens, sutradara muda yang pernah menjuarai Festival Film Indonesia 2012 untuk film pendeknya yang berjudul Wan An.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *