Kepala kepolisian atau kapolres konawe, yakni ajun komisaris besar polisi (akbp) yudi kristanto memaparkan penjelasannya tentang kronologi dari demo buruh yang berakhir ricuh sampai akhirnya terjadi pembakaran fasilitas pabrik pemurnian nikel yang terletak di kecamatan morosi kabupaten konawe.

Demo Berlangsung Ricuh

Menyebutkan bahwa peristiwa ini awalnya muncul dari demokrasi dari sejumlah massa yang ada di luar pabrik pada hari senin (14/12) pagi. Pada demo tersebut mereka pasalnya mendesak supaya perusahaan memberikan persetujuan atas tuntutan mereka yaitu supaya burung yang telah bekerja di sana di atas 3 tahun bisa diangkat sebagai pegawai tetap. “ awalnya pendemo saja dan buruh akhirnya terprovokasi dan ikut-ikutan juga,” ungkap akbp yudi kristanto dilansir dari cnn indonesia pada hari selasa (15/12).

Informasi lainnya yang dikutip dari cnn indonesia juga bahwa massa dari aksi yang menggelar demonstrasi tersebut merupakan massa dari serikat dan perlindungan tenaga kerja (sptk) kabupaten konawe yang mana bergabung dengan dewan pengurus wilayah federasi kesatuan serikat pekerja nasional sulawesi tenggara. Mereka menuntut kejelasan perusahaan yang berkaitan dengan perjanjian kerja waktu tertentu (pkwt) karyawan vdni yang mana jangka waktu pekerjaannya sudah lebih dari 36 bulan supaya bisa diangkat jadi karyawan tetap di perusahaan tersebut (pt vdni). 

Mereka juga menuntut adanya kenaikan upah untuk buruh buruh yang sudah lebih dari 1 tahun bekerja di sana sesuai dengan peraturan pemerintah (pp) nomor 78 tahun 2015 pasal 42. Menurut penuturan dari kapolres sendiri perusahaan sudah memberikan gaji kepada karyawannya yang warna sesuai dengan upah minimum regional atau umr. “ gajinya sudah sesuai umr, jadi tidak ada masalah,” ah tambahnya lagi.

Awalnya demonstrasi berlangsung damai

Pada mulanya demonstrasi berlangsung dengan damai tepatnya di depan pintu masuk dari perusahaan sbobet tapi bentrokan pecah di siang hari ini dikarenakan masa pada saat itu memaksa untuk memasuki area pabrik. Polisi juga sempat menembakkan gas air mata akan tetapi sekitar sore hari masa juga berhasil menembus barikade keamanan dan mereka juga bisa memasuki area pabrik.

Pada saat itu sebenarnya polisi juga sempat menembakkan gas air mata akan tetapi masih belum berhasil juga dan masa malah membakar puluhan kendaraan dump truk dan juga alat berat ekskavator. Sampai sore hari menjelang magrib masa juga makin tak terkendali dengan cara melakukan pengrusakan dan juga pelemparan. Mereka juga melakukan pembakaran pada fasilitas-fasilitas pabrik.

Sementara itu tanggapan dari bupati konawe kery syaiful konggoasa dan juga beberapa pihak pasalnya datang. Tidak hanya bupati konawe saja tapi kapolda sultra yaitu  irjen pol yan sultra indrajaya dan juga danrem 143 haluoleo brigjen tni jannie aldrin siahaan tempat juga turun ke lapangan hanya untuk menenangkan massa. Menurut kapolres, pagi hari ini situasi di pabrik industri nikel itu sudah kembali kondusif.

“sudah kondusif, kapolda, danrem, dan juga pejabat daerah sudah melakukan mediasi semalam dan pagi ini ada pertemuan pimpinan perusahaan dengan bupati, kapolda, dan juga danrem,” ungkapnya.

Sekarang ini diberitakan polda sultra pasalnya belum menghitung berapakah kerugian yang termasuk jumlah kendaraan pada pabrik yang sudah dibakar oleh massa. “kita belum tahu pasti. Sekarang lagi didata. Kalau soal terbakar, ada kendaraan pabrik yang terbakar,” ungkap kabid humas polda sultra kombes pol ferry walintukan yang diwawancarari hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *