Belgia Lolos dari Lubang Jarumnya, Bagaikan Film Hollywood Saja

Sempat ketinggalan 2 gol dan juga menang lewat tendangan terakhir pada pertandingan tadi malam, Belgia akhirnya bisa meraih kemenangan atas Timnas Jepang pada babak 16 besar laga Piala Dunia 2018 melalui proses yang sering sekali terjadi pada film-film Hollywood.

Strategi Jepang dan Belgia

Satu hal yang membedakannya yakni hanya status dari Belgia yang mana merupakan unggulan ketika mereka melawan Jepang. Namun plot kemenangan Belgia ketika mengalahkan Jepang ini benar-benar seperti apa yang kita lihat di film-film Hollywood. Orang-orang bisa mengatakan, misalnya “Jagoan biasanya kalah dulu, lalu menang di detik-detik terakhir.” Nah itu lah yang dialami oleh Belgia ketika melawan Jepang tepatnya di Rostov Arena, hari Selasa (3/7) dini hari.

Belgia sendiri telah tertinggal 2 gol lebih dulu ketimbang Jepang setelah Genki Haraguchi berhasil mencetak gol di menit ke-48. Takashi Inui akhirnya bisa menggandakan keunggulan tim Jepang di menit ke-52.

Sampai dengan terciptanya gol dari Inui itu, Belgia masih juga menjadi tim yang menunjukkan serangan lebih berbahaya. Mereka hanya tertinggal 0-2 karena beberapa kesalahan kecil yang dibuatnya sendiri.

Gol dari Haraguchi setelah Thomas Meunier melakukan gerakan salah umpan pada sisi kiri pertahanan Jepang. Sementara Inui dengan bebasnya melepaskan tendangan yang keras dari luar kotak penalti tanpa adanya pemain yang menutup ruang. Axel Witsel pada saat itu terlambat menutup ruang sementara itu Vincent Kompany terlihat sedikit meremehkan kemampuan dan kelihaian dari Inui dengan tak segera melakukan cover dan menutup juga jalur tembakannya.

Strategi Jepang sendiri bisa dikatakan berjalan lancar. Mertens, Hazard, dan De Bruyne gagal mendapatkan ruang dan akhirnya bisa lebih berkutat pada lini tengah saja. Hasilnya adalah aliran umpan-umpan matang kepada Romelu Lukaku terhenti sudah.

Dari awal babak pertama sampai pelatih Belgia, Roberto Martinez melakukan 2 kali perganyiaņ penting di menit ke-65 dengan memasukkan Chadli dan juga Maroune Fellani, cuma Hazard lah yang benar-benar bisa memberikan ancaman. Namun itu pun tidak mampu juga membongkar lini pertahanan dari Jepang.

Adanya Serangan Udara

Adanya sebuah sundulan dari Lukaku yang mana melenceng di menit ke-62 walaupun dalam posisi bebas sungguh-sungguh menggambarkan kondisi dari pemain Belgia saat bermain di Rostov Arena.

Mesin serangan dari Belgia tak bisa berjalan lancar dan sekalinya mereka mendapat peluang mereka tak beruntung juga. Sepertinya Belgia akan tersingkir di ajang Piala Dunia 2018.

Akan tetapi momen paling penting Belgia terjadi di menit ke-65 saat Martinez memasukkan Fellani dan Chadli. Pelatih yang berasal dari Spanyol itu mulai memainkan ‘Rencana B’ nya. Ia mulai ‘melihat ke udara’ sesudah permainan cepat melalui umpan-umpan pendek tak mampu juga membuahkan hasil.

Bisa dilihat bahwa Martinez memang cerdas. Jepang adalah tim kedua dengan rata-rata tubuh pemain judi bola paling pendek di ajang Piala Dunia 2018 setelah Arab Saudi. Bola-bola udara juga sudah mulai dilepaskan pemain-pemain timnas Belgia. Walhasil, akhirnya Belgia bisa menyamakan kedudukan lewat 2 gol sundulan dari Jan Vertonghen di menit ke-69 dan juga Fellaini di menit ke-74. Skor pun akhirnya imbang 2-2 dan Belgia merasakan adanya asa untuk meraih kemenangan.

Di momen ini lah terasa seperti film Hollywood dimulai. Gawang Belgia nyaris dibobol oleh Jepang lagi melalui tendangan bebas Keisuke Honda di injury time namun bola berhasil ditepis oleh sang kiper, Thibaut Courtois.

 

Lini Belakang Arsenal Buruk, Arsenal Kalah 1-3

Kejuaraan Premier League berjalan dengan seru. Pada Rabu (31/1/2018) dini hari WIB di Liberty Stadium telah berlangsung pertandingan antara Arsenal dan Swansea City. Laga yang digelar di markas Swansea ini menimbulkan kesedihan dari pemain The Gunners. Hal itu karena mereka harus bertekuk lutut dengan nilai 1-3.

 

Arsenal Bertekuk Lutut Dari Swansea City 1-3

Pada babak pertama, Arsenal sempat unggul lebih dulu, karena Nacho Monreal berhasil menjebloskan gol di menit ke-33. Tapi hal itu tak berlangsung lama, karena satu menit kemudian, Swansea langsung membalas dendam melalui gol Sam Clucas.

 

Hasil yang sangat mengecewakan dalam pertandingan diakui Arsene Wenger, karena buruknya penampilan di lini belakang timnya. Dalam laga yang mendebarkan itu, Petr Cech melakukan kesalahan yang berakibat sangat fatal. Karena blunder yang dibuatnya, ternyata menjadi peluang emas bagi Jordan Ayew untuk melayangkan gol kedua bagi Swansea.

 

Tak sampai disitu, gol ketiga pun berawal tragis. Karena bermula dari kesalahan yang dilakukan Monreal untuk menghalau bola secara sempurna. Tidak lama kemudian, bola sudah direbut oleh Ayew dan sukses masuk zona pertahanan Arsenal untuk melenggang ke kotak penalti. Selanjutnya memberikan umpan untuk gol Sam Clucas. Gol-gol tersebut membuat Arsenal kian tersuruk-suruk untuk mengejar ketinggalan.

 

Seperti dikutip BBC, Arsene Wenger mengatakan, “Saya rasa kami sangat buruk dalam bertahan dan melakukan kesalahan besar. Lebih baik tidak bicara soal gol kedua dan ketiga.”

“Swansea lebih tajam, disiplin dan lapar. Sayangnya saya yakin kami tidak cukup bagus, saya percaya kami tidak cukup disiplin,” ujarnya.

“Saya tidak ingin bicara soal gol kedua dan ketiga,” tambah Conte.

 

Debut Henrikh Mkhitaryan Tak Berjalan Mulus

Di menit awal babak pertama, Swansea terlihat mendominasi dan lebih menyeramkan. Bahkan mereka 2 kali hampir membobol gawang Petr Cech melalui Jordan Ayew dan Alfie Mawson, namun gagal. Perjuangan Swansea belum usai, Ki Sung- Yueng dan Alfie Mawson nampak mengancam, sehingga membuat pemain Agen Poker Terbaik Arsenal harus berjuang keras.

 

Tak tinggal diam, The Gunners berbalik menunjukkan taringnya melalui tendangan kaki kiri yang diluncurkan Alex Iwobi. Tapi dengan sigap Lukasz Fabianski berhasil menjaga gawangnya. Terlihat di menit ke-33, Nacho Monreal mencetak nilai, yang membuat Arsenal unggul lebih dulu. Bek asal Spanyol itu meluncurkan gol, setelah memanfaatkan umpan dari Mesut Oezil.

 

Di menit ke-34 Sam Clucas membuat gol untuk menyamakan skor. Clucas yang bernomor punggung 17 menggunakan kaki kirinya saat menyambut umpan yang disodorkan Alfie Mawson. Dalam kunjungannya ke Liberty Stadium, Arsenal telah membawa Henrikh Mkhitaryan untuk memperkuat timnya. Tapi ternyata, pemain yang baru saja diboyong dari Manchester United ini hanya tampil menjadi pemain cadangan dan baru dapat bermain di babak kedua untuk menggantikan Mohamed Elneny.

 

Kekalahan yang terjadi ini, membuat The Gunners harus puas tidak beranjak dari posisi 6 klasemen, dengan peraihan 42 poin dari 25 pertandingan. Hanya berbeda 1 tingkat di bawah Tottenham, dengan selisih 2 poin. Namun, tertinggal cukup jauh dari Liverpool, yang ada di peringkat 4 besar, dengan perbedaan 8 angka. Sedangkan Swansea untuk sementara waktu, sudah melewati zona degradasi dan berdiri di urutan ke 17.

 

Susunan Pemain :

Swansea City (5-4-1) : Lukasz Fabianski, Kyle Naughton, Mike Van Der Hoorn, Alfie Mawson, Federico Fernandez, Nathan Dyer, Martin Olsson, Ki Sung- Yueng, Leroy Fer, Ayew dan Sam Clucas.

 

Arsenal : Petr Cech, Shkodran Mustafi, Hector Bellerin, Nacho Monreal, Laurent Koscielny, Mohamed Elneny, Aaron Ramsey, Mesut Oezil, Granit Xhaka, Alex Iwobi dan Alexandre Lacazette.

Man City telah Menggeser Dominasi Man United

Dominasi kejayaan Liga Primer Togel Online bisa dikatakan telah berpindah dari Manchester United ke Manchester City.Hal ini dikarenakan prestasi Manchester City yang tak terbendung. Bahkan, The Citizen terus membangung hegemoni kemenangan dan kerajaannya. Bukan tidak mungkin jika Man United akan terus tenggelam seiring dengan gemilangnya Man City. Man United tetap akan kesulitan untuk menyaingi Man City saat ini kendati mereka berada di posisi kedua puncak klasemen.

City Terus Ungguli Man United

City unggul 12 poin di puncak klasemen Premier League, dan telah memperlihatkan prestasi gemilangnya di musim ini. Apalagi, dikabarkan juga jika United sekarang memiliki masalah jangka panjang dengan City, yang telah menempa identitas di bawah Guardiola, dan tidak menutup kemungkinan jika penggemar di Old Trafford mungkin akan banyak didominasi oleh City di masa depan. Ini adalah sesuatu yang bisa terjadi kapan saja.

Dikatakan pula jika masalah terbesar yang dia (Jose Mourinho) alami adalah keberadaan Man City yang berada di sebelahnya. Mourinho memiliki masalah dengan Pep Guardiola, dan dia akan memiliki masalah itu sebagai manajer. Hal ini tidak bisa dipungkiri. Tentunya, penggemar Man Utd yang menonton Man City juga akan berpikir: ‘Mengapa kita tidak melakukan ini? Kita telah melakukan ini selama bertahun-tahun!’Apakah Man United bisa menyesuaikan diri dengan kondisi seperti sekarang?Sepertinya tidak.

Saat ini, United bisa saja dibantu karena memiliki banyak uang, tapi apapun yang mereka miliki, Man City akan memiliki lebih banyak lagi. Hal ini dikarenakan dominasi dan keunggulan telah bergeser ke arah Man City dari sebelumnya di Man Utd. Man City sekarang memiliki identitas, struktur, cara bermain, inilah yang mereka lakukan sekarang, dan sekarang mereka sukses dengannya.

Mourinho Telah Membuat United Lebih Kuat

Bagaimanapun, Mourinho dianggap telah membuat United lebih kuat secara keseluruhan, dan akan terus menghabiskan waktu untuk memperbaiki timnya dan bersaing dengan Man City. Hal ini terlihat dari Mourinho yang telah membuat United memenangkan Piala EFL dan Liga Europa musim lalu, lolos ke Liga Champions dalam proses, yang banyak dilihat sebagai sukses besar dalam kampanye pertamanya yang bertanggung jawab.

Jose telah melakukan pekerjaan yang bagus sejauh ini. Semua orang termasuk media dapat melihat perbaikan yang terjadi antara sebelum dan sesudah Mourinho ada di sana. Mereka benar-benar telah berjuang dan Jose telah memberikan apa yang mereka, Man United inginkan. Bagaimanapun, setelah dia menjabat, dia dan klub telah memenangkan Piala Liga, memenangkan Liga Europa dan membawa mereka ke Liga Champions.Tentu semua penggemar ingin melihat Man Utd berada di yang paling terdepan.

Mourinho dengan kerja kerasnya telah membuat grup menjadi lebih baik. Mereka bermain sedikit berbeda, dengan gaya khas Mourinho dan dengan kekuatan dan serta keahlian. Bisa dikatakan, baik Morinho dan Man United saat ini berada di posisi yang cukup menguntungkan dan kuat.Walaupun, memang untuk bersaing dengan Man City masih belum bisa maksimal.

Tidak sedikit yang beranggapan jika Mourinho masih akan terus menghabiskan banyak uang Man United dengan mendatangkan beberapa pemain lagi. Tujuannya sudah tentu untuk memperkuat tim. Mourinho sendiri beranggapan bahwa untuk bisa menyaingin Man City, Man Utd perlu lebih banyak uang belanja lagi kendati daftar belanja Mourinho sudah sangat besar. Kita akan segera lihat perbaikan dan prestasi apa yang akan diraih selanjutnya baik oleh Mou dan United.

Hak Siar La Liga Spanyol Hasilkan Untung Banyak bagi Barcelona

La Liga Spanyol telah mengumumkan bahwa mereka sudah membagikan profit hak siar dari La Liga musim 2016/2017. Klub yang berada di kasta paling tinggi di kompetisi Spanyol tersebut sudah mendapat pembagian secara proporsional dan juga sesuai dengan jumlah share dan rating tontonan Permainan Togel yang berasal dari seluruh dunia.

Keuntungan Untuk Klub Kasta Pertama dan Kedua

Di antara tim-tim tersebut, dilansir dari CNN Indonesia, Barcelonalah yang mendapatkan pembagian profit paling banyak dengan nilai sebesar €146 juta atau jika di dalam rupiah setara dengan Rp. 123 Triliun. Pendapatan Barcelona sendiri soal hak siar ini pasalnya mengalahkan klub besar lainnya yang ada di Eropa juga, Real Madrid.

Los Blancos pasalnya berada pada urutan kedua dengan profit paling tinggi yakni sebesar Rp. 2,2 Triliun atau €140 juta. Dan Tim arahan mantan pesepak bola handal, Zinedine Zidane itu, meraih juara juga di La Liga Spanyol pada musim lalu. akan tetapi keuntungan hak siar La Liga masih juga lebih besar untuk Barcelona. Dan di posisi ketiga ada Atletico Madrid yang mana mendapatkan pembagian keuntungan sebesar €99 juta atau setara dengan Rp. 1,1 Triliun dari hak siar tersebut.

Kemudian melewati tiga besar, ada Sevilla yang berada di peringkat kelima dengan meraih keuntungan dari hak siar sebesar €65 juta atau setara dengan Rp. 1 triliun pada La Liga Musim lalu. dan La Liga sendiri, mendapatkan total keuntungan sebesar €1,2 Milyar atau setara dengan Rp. 20 Triliun. Dna bukan hanya La Liga Spanyol, melainkan klub-klub yang ada di Segunda Division atau juga kasta yang kedua Spanyol pun mendapatkan pembagian keuntungan dari hak siar ini.

Besarnya keuntungan yang mana dibagikan pada 22 klub konsestan tersebut mencapai €140 juta atau setara dengan Rp. 2,2 triliun. Rayo Vallecano adalah klub yang mana mendapatkan pembagian profit hak siar yang paling besar dengan nilai €9 juta atau jika dirupiahkan menjadi Rp. 146 milyar.

Facebook Incar Hak Siar La Liga Spanyol

Kekuatan La Liga Spanyol nampaknya semakin membuat banyak pihak tertarik pada kompetisi ini. salah satu pihak yang tertarik adalah media dengan nama besar milih Mark Zuckerberg, Facebook. Diisukan dan dilansir dari Footballstar, mereka saat ini tengah mengincar lisensi dari hak siar salah satu kompetisi paling moncer Dunia itu untuk musim tahun 2019-2020 mendatang.

Kebentulan juga di tahun tersebut La Liga pasalnya akan melakukan sebuah lelang pemegang hak siar sampai dengan pada musim 2022-2023. Memiliki penggemar yang tersebar di seluruh dunia, nampaknya kompetisi kasta tertinggi Spanyol itu memang sangat menjanjikan pangsa pasar yang besar pula. dan hal ini lah yang tidak ingin dilewatkan begitu saja oleh Facebook untuk bisa mengambil hak siar dari La Liga Spanyol. Mereka bakal berupaya untuk bisa mendapatkan lisensi itu. terlebih lagi saingan perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat tersebut juga bisa dikatakan cukup berat.

Pasalnya dilansir dari Footballstar juga, tak hanya Facebook saja yang menginginkan hak siar dari La Liga itu melainkan perusahaan jual beli dari Amerika Serikat juga yakni Amazon menginginkannya dan juga sudah mencoba untuk mengajukan tawarannya.

Presiden La Liga yang ditanyai soal ini mengatakan bahwasanya mereka ingin membuat La Liga semakin mendunia. Dan juga dengan itu lah mereka mendengar semua tawaran dari berbagai pihak.