Beberapa Nominasi FFB (Festival Film Bandung) 2019

Ajang Festival Film Bandung 2019 yang tahun ini memasuki tahun ke-32 nya yang diadakan sejak tahun 1987 silam kembali lagi hadir. Gelaran ini akan diadakan bulan September mendatang. Dalam festival itu ada film-film yang mana ditayangkan di TV dan bioskop. Ada juga 20 kategori yang pasalnya dikompetisikan tahun ini. Apakah salah satu atau beberapa film yang anda favoritkan ada di gelaran festival ini?

Nominasi Lengkap Festival Film Bandung

Dalam ajang Festival Film Bandung ini ada beberapa kategori dan juga nominasi yang bakal diperebutkan oleh sineas dan juga film-flilm yang masuk ke dalam daftar nominasi. Keluarga Cemara yang memiliki lima nominee untuk masing-masing kategorinya bakal bertanding dengan Dua Garis Biru dan juga Ambu sebagai kategori Film Bioskop Terpuji.

Di nominasi serial TV sendiri ada Fatih di Kampung Jawara dan Istri-Istri Akhir Zaman. Nama-nama aktris togel toto sgp dan aktor beken yang juga masuk ke nominasi di antaranya adalah Atiqa Hasiholan dan juga Luna Maya. Bahkan Joe Taslim dan Dimas Anggara pun juga masuk ke deretan nominasi.

Jika anda penasaran dengan daftar nominasi, berikut ini kami berikan bagi anda beberapa nominasinya.

  1. Sutradara Terpuji Serial TV
  2. Archie Hekagery dan Rolly Subhandani- Keluarga Medsos
  3. Irwan Ibon- Cinta Tiada Akhir
  4. Ucik Supra- Istri-Istri Akhir Jaman
  5. Sony Gaokasak- Dua Dunia Salma
  6. Jhony TRK dan Ismail Sofyan Sani- Nyai Roro Kidul

 

  1. Pemeran Pria Terpuji Serial TV
  2. Reza Rahadian- Masjid yang Tak dirindukan
  3. Rangga Azof- Cinta Buta
  4. Dude Herlino- Calon Presiden
  5. Dimas Beck- Maha Cinta
  6. Atalarik Syah- Cahaya Terindah

 

  1. Pemeran Wanita Terpuji Serial TV
  2. Amanda Manopo- Cinta Sebening Embun
  3. Ranty Maria- Cahaya Terindah
  4. Aisyah Aqilah- Topeng Kaca
  5. Nikita Willy- Cinta Buta
  6. Michelle Ziudith- Aku Bukan Ustadz Mendadak Soleh

 

  1. Sutradara Terpuji Serial TV
  2. Lakonde- Hari Bubur Nasional
  3. Karsono Hadi- Cinta Bersemi Rantang pun Kembali
  4. Herwin Novianto- Mengenang yang Terlupakan
  5. Erin Suryanto dan Deny Rachmadi- Nah Lho…
  6. Enison Sinaro- Kubangun Masjid untuk Anakku

 

  1. Serial TV Terpuji
  2. Mimpi Metropolitan
  3. Fatih di Kampung Jawara
  4. Keluarga Medsos
  5. Istri-Istri Akhir Zaman
  6. Masjid yang Tak dirindukan

 

  1. Pemeran Pria Terpuji TV
  2. Sony Septian- Aku Menyimpan Duri Dalam Pernikahanku
  3. Ryan Wijaya- Jangan Kaya Orang Susah
  4. Lionil Hendrik- Misteri Doa Malaikat
  5. Hardi Fadhillah- Ketika Hati Memilih Kembali untuk Mencintai
  6. Dicky Wahyudi- Teman Waktu Kecil

 

  1. Penulis Skenario Terpuji Film Festival
  2. Syaikhu Luthfi- Sontoloyo
  3. Sokat Rachman- Prasangka
  4. Sherly Melody- Kembali Natal
  5. Imam Tantowi- Teman Waktu Kecil

 

  1. Film TV Terpuji
  2. Ikhlas di Ramadhan Kesembilan
  3. Teman Waktu Kecil
  4. Sebelum Ajal Menjemput
  5. Mogok Makan
  6. Mengenang yang Terlupakan

 

  1. Pemeran Wanita Terpuji di FTV
  2. Widi Dwinanda- Meong
  3. Weni DA3- Menebar Pahala di Balik Duka
  4. Rebecca Klopper- Hati Bubur Nasional
  5. Indah Permatasari- Tak Semudah Itu, Pak Boss
  6. Henidar Amroe- Harta Terbesar adalah Doa Ibuku

Demikian lah beberapa nominasi di Festival Film Bandung 2019 yang ke-32. Ada kah FTV, serial TV, pemeran wanita dan pria yang anda jagokan?

Cerita Nirina Zubir dan Ringgo Agus Rahman di Keluarga Cemara the Movie

Jelang penayangan Keluarga Cemara, Visinema Pictures merilis cuplikan pendek yang mana memperlihatkan karakter film togel wap ini. di dalam klip pendek itu terlihat Abah (Ringgo Agus Rahman), Emak (Nirina Zubir), Euis (Adhisty Zara) dan juga Ara (Widuri Putri Sasono)/

Ringgo Agus dan Nirina Bahagia di Ayunan

Cuplikan tersebut dimulai dengan Ara yang tengah memainkan gitarlele sembari melantunkan lagu Harta Berharga. Ara juga terlihat duduk bersama dengan Euis di ayunan yang terdapat di sebuah halaman. Harta Berharga sendiri adalah lagu tema sinetron Keluarga Cemara yang dulu hit pad aero 90an sampai awal 2000an. Lagu tersebut bakal kembali terdengar di film Keluarga Cemara ini.

Gerak kamera yang makin menjauh memperlihatkan Emak yang tengah berjalan kea rah ayunan tersebut. Sama juga dengan Abah yang tengah mendekat ke arah yang sama. Senyum mereka berkembang dan merekah di wajah Abah dan Emak ketika menyaksikan anak-anaknya bernyanyi.

“Keluarga adalah tempat pertama seorang anak wajib merasa nyaman dan juga nyaman. Film Keluarga Cemara ini menghadirkan tema mengenai kebahagiaan sebuah keluarga dalam kesederhanaan,” tulis penjelasan cuplikan Keluarga Cemara.

Beberapa waktu yang lalu, Ringgo sendiri sempat mengaku bahwa ia terbebani dengan perannya sebagai Abah. Sosok yang mana sempat diperankan oleh Adi Kurdi dalam versi sinetronnya memang menjadi salah satu karakter yang sangat ikonis dan melekat dalam cerita.

Tantangan bagi Ringgo dan Nirina

Ringgo lalu menceritakan bebannya. “Bebannya adalah saya mesti punya kesan yang sama pada saat saya dulu nonton Keluarga Cemara da juga orang yang lihat Abah, bahwa Abah (di film) ini bapak yang benar-benar ‘harta yang paling berharga adalah keluarga’” ucapnya.

Tidak hanya itu, ayah satu anak ini juga mengungkapkan bahwa film ini menjadi tantangan yang baru untuknya. Hal ini karena Ringgo belum pernah mendapatkan peran menjadi seorang bapak. Memang Ringgo sudah memiliki momongan di dunia nyata, akan tetapi ia tetap harus belajar lagi demi mendalami perannya di film ini.

“Gue baru punya anak, dan gue harus menggambarkan apa yang harus gue kasih ke anak gue supaya menjadi dambaan keluarga. Kalau Abah itu karakter yang amat luar biasa dan diperlukan di jaman sekarang. Ini peran di mana gue harus menjadi bapak-bapak. Banyak banget belajar dari film ini. buat gue untuk belajar menjadi bapak nantinya. Sekarang gue saatnya menantang diri gue sendiri. di sini gue ditantang, bisa nggak ya,” ucapnya.

Nirina juga mengucapkan beberapa tantangan yang ia hadapi di film ini. “Temenan sama Ringgo udah lama. Tapi di sini dapat tantangan banget karena kali ini menjadi panutan, menjadi emak dan abah. Ini tantangan buat Nirina pribadi bisa menjadi seorang ibu pas anak kedua. Pas anak kedua masih denial. Anak itu lah yang membuat kita berpikir bahwa keluarga itu menyenangkan. Ada banyak sekali value yang bisa dipelajari dan banyak sekali value yang lainnya. Diingatkan juga kemarin soal parenting. Intinya ya, semuanya merasakan keindahan Keluarga Cemara,” sambung Nirina.

“Chemistry pemain-pemain yang ada di sini sangat luar biasa. Awalnya agak bingung, ya, namun semua proses dilakukan dengan benar ada reading dan sangat menyenangkan,” tukasnya.

Film ini disutradarai oleh Yandy Laurens, sutradara muda yang pernah menjuarai Festival Film Indonesia 2012 untuk film pendeknya yang berjudul Wan An.