Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Menjadi Yang Terbesar Di Asia

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menyampaikan pada Februari 2018 lalu bahwa tanah air kita berpotensi menjadi yang nomor 1 dalam bidang ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya pada 2020 nanti nilai ekonomi digital Negara kita akan tumbuh hingga 130 juta dollar AS. Tentu saja perkataan ini bukannya tanpa alasan mengingat pesatnya pertumbuhan pengguna internet ditambah peningkatan aliran modal kepada komunitas digital Indonesia. Ini artinya visi pemerintah terkait ekonomi  digital kian terealisasi.

 

Jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat pesat setiap tahun

Dari survey yang dilakukan APJII atau Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia jumlah pengguna internet di tanah air tercatat hingga lebih dari 140 juta orang. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya angka tersebut meningkat, dengan catatan 2016 132.7 juta, 2015  110.2 juta, dan 2014 88.1 juta. Pada bulan Agustus 2016 Google bersama Temasek juga melakukan riset yang hasilnya menunjukkan bahwa setiap tahun pertumbuhan pengguna internet di tanah air meningkat sebanyak 19%. Dengan demikian pada tahun 2020 nanti pengguna internet di Indonesia diproyeksikan akan berjumlah 215 juta orang, dimana pada tahun 2015 hanya sebanyak 92 juta.

 

Untuk nilai pasar online Indonesia sendiri diramalkan akan mencapai 81 milyar dollar AS bahkan sebelum tahun 2025. Angka tersebut sebanyak 57% merupakan kontribusi dari e-commerce atau sebesar 46 milyar dollar AS. Kondisi tersebut sinkron dengan hasil kajian Indonesia Venture Capital Outlook 2017 yang dipublikasikan pada September 2016. Studi  oleh Google dan AT Kearney ini mendata bahwa modal yang terlibat dalam ekosistem digital Indonesia dari 0.3 miliar dollar AS pada 2012 tumbuh menjadi 6.8 miliar dollar AS pada 2016.

 

Kondisi ekonomi digital Indonesia yang terjadi saat ini dipercaya serupa dengan keadaan Negara Cina pada 5 atau 7 tahun yang lalu. Pebisnis dan investor asal Negara Panda pun mengakui hal itu setelah pada bulan Juni 2015 datang ke Indonesia dan bertemu dengan startup-startup founder Indonesia. Di tanah air sendiri memiliki 3 startup  unicorn,yaitu Gojek, Traveloka, dan Tokopedia. Yang dimaksud unicorn di sini adalah perusahaan dengan nilai atau valuasi lebih dari 1 miliar dollar Amerika atau sekitar 13.1 triliun rupiah.

 

Harapan bagi para calon entrepreneur startup

Respon yang bagus dari investor kepada industry startup Indonesia akan berimbas pada aliran modal pada sector tersebut sehingga para pelaku bisnis dalam negeri diharapkan mampu memanfaatkannya dengan jeli. Menurut Andy Zain, Managing Director Kejora Ventures, yaitu perusahaan pendanaan modal bisnis startup, peluang bisnis judi togel online untuk merintis startup biasanya adalah solusi dari permasalahan dan ini banyak kita temui di dalam negeri.

 

Walaupun demikian memang tak semua masalah sesuai untuk rintisan startup. Alasannya karena kecilnya penetrasi internet di dalam negeri serta tak semua penduduk memahami internet. Lebih jauh ia menambahkan bahwa Indonesia sesungguhnya lebih besar dibandingkan Amerika sehingga mereka yang berniat menjadi pengusaha dari startup harus mampu merintis perusahaan dengan visi yang berdampak besar, kalau perlu hingga ke Asia Tenggara.

 

Karena pesatnya pertumbuhan industry modern ini para calon pebisnis diwajibkan cepat belajar terutama pengetahuan bisnis dan financial. Triawan Munaf, kepala Badan Ekonomi Kreatif mengatakan bahwa para pengusaha muda ini juga perlu mempelajari keuletan, resiko bisnis, hingga integritas yang diperlukan agar sukses sebagai entrepreneur.

Dengan berbagai skill tersebut para pengusaha diharapkan dapat menghadapi tantangan pertumbuhan bisnis yang tak hanya cepat namun juga kompleks. Tak hanya belajar dan praktek para calon pengusaha juga memerlukan bimbingan dari orang-orang yang berpengalaman dalam bisnis tersebut.