Review Singkat Insidious: The Last Key

Siapa yang tak kenal dengan film horor Hollywood Insidious? Pastinya Anda para penggemar film horor sudah tidak asing lagi dengan film ini. Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada tahun 2015, Insidious Chapter 3 sudah tayang di Indonesia. Mungkin bagi Anda yang merasa film ini tidak memuaskan, bisa mencoba untuk menonton yang selanjutnya. Ya, benar kini Anda bisa menikmati  Insidious: The Last Key di bioskop-bioskop dewa poker kesayangan Anda. Pasalnya kekecewaan Anda akan terobati dengan film ini.

Orang di balik Layar yang Sama

Sama seperti film Insidious yang sebelumnya, masih juga James Wan dan juga Leigh Whannell yang menelurkan kisah ini. Mereka nampaknya benar-benar bekerja keras untuk serial sekuel dari Insidious ini. Bisa dibilang bahwa film yang kali ini adalah kelanjutan dari babak ketiga kisah Insidious ini.

Namun ada yang berbeda dari serial yang satu ini. Tidak seperti sekuel-sekuel yang sebelumnya di mana diterapkan kata ‘babak’ atau dalam bahasa Inggris ‘chapter’, seri keempat dari Insidious ini pasalnya memiliki tajuk yang berbeda yakni The Last Key.

Dalam film ini, ada unsur horor yang mana dikombinasi dengan imaji kriminal. Dan nampaknya film ini akan menjadi kunci yang mana menghubungkan kompleksitas serial dari film Insidious. Ditambah lagi Wan dan Whannell pun mencoba untuk mengembalikan kembali aroma horor yang mana sudah lama membekas sejak penonton menonton seri Insidious di babak yang pertama.

Sebelum mulai kisah dari The Last Key, pasalnya Whannell yang mana kembali duduk dan juga fokus untuk menuliskan kisah horor ini. Dan kisah horornya memang singkat namun tetap mengena. Gambaran singkat tersebut adalah gambaran singkat dari satu kejadian yang ada di kota di New Mexico bernama Kota Five Keys. Setting waktunya sendiri pada saat itu adalah pada tahun 1950an.

Kisah di Insidious: The Last Key

Gambaran kehidupan itu berlatarkan sebuah lembaga pemsyarakatan. Di rumah sipir lapas itu lah seorang anak kecil perempuan punya kehidupan yang sangat rumit dikarenakan kemampuan istimewanya yakni bisa melihat makhluk halus.

Setelah cukup bisa menggambarkan sebuah kisa hb yang mana menguras emosi karena memilukan dan pastinya menegangkan, bahkan pada 10 menit awal dari Insidious: The Last Key ini Whannell dan juga sutradara fim ini, Adam Robitel pasalnya melempar para penontonnya ke era tahun 2010-an.

Pada era ini, Elise Rainer yang diperankan oleh Lin Shaye sebagai seorang cenayang pun kembali aktif membuka jasanya yakni memberikan bantuan terhadap beberapa gangguan makhluk halus sesudah ia mendapatkan kembali pengalaman kasuk ke The Further lagi pada film Insidious Chapter 3.

Akan tetapi Elise dalam film ini pasalnya tidak sendiri karena ia dengan duo sahabat yang setia menemaninya. Mereka adalah dup sahabat, Tucker yang diperankan oleh Angun Sampson dan sang penelur cerita Insidious: The Last Key, Leigh Whannell yang memerankan Specs. Kedua pria ini lah yang bisa menjadi pewarna di film ini karena kadang mereka bertingkah sangat konyol. Mereka resmi bergabung dengan Elise yang membuka jasa menghadapi gangguan-gangguan yang ghaib.

Di film Insidious: The Last Key ini semuanya nampak sangat normal sampai sebuah telepon yang meminta bantuan membuat Elise menghadapi masa lalunya kembali demi masa depannya. Perannya di film ini pun semakin dominan sejak dirinya ada di Insidious Chapter 3. Bahkan di film ini bisa dipertegas bahwa film ini tentang Elise yang menjadi kunci penting dalam serial Insidious.